Menteri Bambang: Bandara Kertajati, Proyek Pengembangan Pembiayaan Investasi Nonanggaran

MAJALENGKA – Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro melakukan kunjungan kerja ke proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Bambang mengapresiasi pembangunan bandara kertajati. Kunjungannya itu untuk melihat kesiapan bandara internasional tersebut, yang akan beroperasi pada pertengahan 2018 nanti.

Bambang mengapresiasi langkah PT BIJB yang sudah melakukan perencanaan, pendanaan sampai pembangunan di mana saat ini sudah lebih dari 60%. Termasuk skema pembiayaan yang tidak bergantung pada pemerintah sepenuhnya lewat dukungan dengan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

“Kami dari Bappenas ingin lihat salah satu proyek yang bisa menjadi model pengembangan pembiayaan investasi nonanggaran. Maka dari sini ada staf khusus menteri yang mengkoordinasikan investasi nonanggaran,” ungkapnya, Jumat (3/11/2017).

Yang paling penting, lanjutnya, mencoba membuat paradigma baru dalam membuat bandara. Karena terus terang mayoritas bandara di Indonesia adalah masih milik TNI AU. Dan fungsinya dikomersilkan. Yang mengelola kalau tidak BUMN adalah Kementerian Perhubungan.

Pemprov Jabar yang menginspirasi membentuk BUMD Jabar lewat PT BIJB, ini tentu bisa menjadi model baru pengelolaan bandara yang tidak harus ketergantungan lewat pembiayaan uang negara.

“Kertajati kami terlibat juga, semoga bisa menjadi model pengelolaan dan pembangunan bandara yang alternatif di Indonesia. Jadi jangan enggak harus ikuti pola lama yang berhubungan dengan BUMN. Jadi kalau bicara pembiayaan dan pengelolaan kita akan bekerja sama dengan pihak swasta (operator) walaupun Angkasa Pura berminat,” katanya.